Ketakutan aku selama ini terjadi
Yang ada di mimpi aku jadi kenyataan
Ibu pergi dan gak akan kembali
Tapi aku lega karena aku dikasih kesempatan untuk merawat Ibu walaupun gak bisa peluk hingga peristirahatan terakhir Ibu
Gak ada waktu untuk menangisi kepergian Ibu. Bukan gak ada waktu, bahkan aku hampir gak ingat klo aku pergi. Karna sehari kemudian Adek masuk RS hampir 2 minggu.
Setelah Aku dan Adek di rumah, aku baru mulai terasa, setiap malam terngiang ngiang, mulai menyadari segalanya.
SEGALANYA
IBU PERGI
IBU GAK ADA
IBU UDAH DIPANGGIL ALLAH
Rasanya?
HAMPA
KALUT
NGAWANG
TRAUMA
Aku terasa hampa kalut dan ngawang. Ada yang hilang. Ada yang kurang
Aku trauma. Trauma kehilangan orang yang super selalu ada untuk aku.
Sekarang aku hanya ada Adek dan Bapak.
Rasanya gak mau jauh jauh dari mereka. Rasanya takut untuk melangkahkan kaki ke luar rumah meninggalkan mereka. Takut klo sesuatu terjadi meleset dari padangan mata aku.
Apalagi sekarang semua berita isinya bencana, kriminal dan menakutkan.
Tapi aku bisa apa?
Aku tau, aku hanya bisa berdoa supaya Allah menjaga mereka.
Tapi rasa takut ini masih ada
Semoga aku bisa melalui ini semua dengan seharusnya berjalan
The real new normal
The real new normal without Ibu
Sering sering ke mimpi aku ya Bu, seperti semalam. Aku lebih tenang klo bisa liat Ibu
Aku tau Ibu memang udah gak disini. Kita gak akan bisa berbicara langsung. Tapi insyaAllah aku akan selalu berdoa untuk Ibu kapanpun dimanapun
Nanti kalo aku nyusul pulang, tolong jemput Lulu ya Bu. Jemput Lulu ke rumah kita disurga
No comments:
Post a Comment