
Kemarin, 4 Februari, bertepatan dengan Hari Kanker Dunia.
Kalo udah denger kata Kanker, gw atau mungkin banyak orang yang merasa 'seram'. Karena penyakit ini bukan penyakit sepele yang mudah disembuhkan. Gak banyak para pejuang kanker yang akhirnya gugur karena melawan sel sel ganasnya. Tapi, gak sedikit juga para pejuang kanker berhasil melawan semua hingga sembuh.
Ibu adalah salah satu pejuang kanker yang menurut gw sangat amat luar biasa. Ibu bisa bertahan sampe sekarang. Ibu terkena kanker payudara pada tahun 2005. Saat itu gw masih duduk di bangku SMP kelas 3. Untungnya, kanker tersebut terdeteksi masih stadium 2 dan langsung ditindak secepat mungkin.
Hari terus berganti hari. Dan tibalah saat Ibu memasuki tahap kemoterapi yang mana kemoterapi itu buat gw tersiksa melihat Ibu harus muntah muntah setelah kemo. Muntah, lemas dan lainnya. Gw hanya bisa bantu kompres perut nya dengan air hangat supaya Ibu merasa lebih enakan. Efek samping lainnya adalah seluruh rambut yang di tubuh Ibu dari ujung kepala hingga ujung kaki rontok semua tanpa terkecuali. Iya, Ibu sempat botak, Ibu sempat gak punya alis, bulu mata. Dan kulit terlihat biru lebam seperti babak belur. Itu semua karena efek samping kemoterapi. Tapi Ibu gak pernah menyerah dengan itu semua. Ibu malah mengajak kita jalan jalan ke mall dengan kondisi seperti itu. Ibu masih ingin membahagiakan anak anaknya dengan kondisi yang seperti itu. Ketika sudah mulai rontok, Alhamdulillahnya lagi, saat itu Ibu sudah mulai menggunakan kerudung :)
Sampai sekarang, Ibu masih sehat. Alhamdulillah sekarang hanya check up rutin 1 tahun sekali. Dan semoga Ibu terus sehat yaaa.. Oh iya, Lulu pernah denger Bu, kalo Ibu bertahan melawan ini semua hanya karena ingin merawat kita. I'm so proud of you, Bu. *ngembeng*
Cerita lain yang pernah gw alami terkait kanker adalah tahun 2013, ketika gw nemenin Kakung control ke RSCM. Ketika gw lagi berada di salah satu ruang tunggu, mata gw terfokus dengan anak kecil yang digendong Ibu nya dengan kondisi mulutnya dikasih selang. Rasanya gw mau nangis ngeliat anak kecil yang belum banyak ngerti apa apa hanya bisa merasakan sakit dan tersiksa dengan selang tersebut. Gw sempet ngobrol dengan Ibu nya. Ternyata kalo gak salah anaknya baru berumur 4 tahun dan dia kena leukimia. Iya, leukimia, kanker darah. Kanker yang setau gw gak bisa sangat sulit untuk disembuhin. Kondisi tersebut juga dialami dengan anak laki laki yang duduk dikursi roda yang juga gak jauh dari gw. Umurnya baru 11 tahun. Sama, dia juga terkena leukimia. Gw bingung harus ngapain. Harus kasih semangat gimana ke mereka dan tentunya para orang tuanya. Waktu gw mau meninggalkan ruang tunggu itu, gw sempet pamit ke Ibu dengan anak yang berumur 4 tahun. Dan gw cuma bisa bilang anaknya, "cepet sembuh ya Dek."
Tapi gw gak tau sebenernya gw salah atau enggak mengucapkan itu di depan Ibunya. Gw gak sampai hati mengucapkan itu. Karena gw tau, itu sangat amat sulit untuk disembuhkan. Ibu nya hanya tersenyum. Rasanya gak bisa gw deskripsiin gimana. Yang jelas gak karuan melihat itu semua.
Gw sempet melamar kerja di salah satu Yayasan Kanker Anak di Jakarta. Demi Yayasan itu gw berani resign dari kerjaan yang saat itu gw baru masuk beberapa minggu. Tapi mungkin Allah punya rencana lain. Karena satu dan lain hal, akhirnya gw melepas Yayasan itu. Sempet nganggur beberapa bulan, dan akhirnya bisa bekerja di tempat gw yang sekarang.
Masih banyak banget disekeliling gw, yang menjadi pejuang kanker. Gw sebagai orang dengan Ibu mantan pejuang kanker yang (alhamdulillah) kuat, selalu menyemangati mereka yang sama nasibnya sama dengan gw atau sama dengan Ibu. Gw tau ini pasti gak akan mudah. Tapi faktor utama melawan ini semua adalah semangat. Semangat untuk sembuh. Gak boleh drop, gak boleh kepikiran, dan harus dibawa happy. Gak boleh capek, gak boleh putus harapan, dan harus percaya pasti akan sembuh.
Semoga para pejuang kanker akan terus bisa berjuang sampai sembuh melawan sel sel kankernya. Ammin.
![]() |
| We Can, I Can |

No comments:
Post a Comment